Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Berpuasa dan Kapan Saatnya Harus Berhenti
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Berpuasa dan Kapan Saatnya Harus Berhenti
Oleh: dr. Bram Natanael Sembiring
Medan 18 Februari 2026 – Puasa pada bulan Ramadan, adalah ibadah yang memiliki banyak manfaat spiritual dan kesehatan. Namun, tidak semua kondisi tubuh memungkinkan seseorang untuk berpuasa dengan aman. sering pasien yang memaksakan diri tetap berpuasa meskipun kondisi kesehatannya tidak memungkinkan.
Saat menjalankan ibadah puasa, asupan sahur memegang peranan yang sangat penting dalam menjaga daya tahan dan kestabilan energi sepanjang hari. Sahur sebaiknya tidak dilewatkan karena menjadi sumber utama energi tubuh sebelum berpuasa selama kurang lebih 12–14 jam.
1. Perhatikan Asupan Sahur
Pilihlah makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau oatmeal agar energi dilepaskan secara perlahan dan tidak cepat menimbulkan rasa lapar.
Tambahkan juga protein berkualitas seperti telur, ikan, atau ayam untuk membantu mempertahankan massa otot dan memberikan rasa kenyang lebih lama.
Hindari makanan yang terlalu asin karena dapat memicu rasa haus berlebihan, serta batasi konsumsi makanan dan minuman manis agar gula darah tidak naik turun secara drastis.
Jangan lupa mencukupi kebutuhan cairan dengan minum 2–3 gelas air saat sahur agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik selama berpuasa.
Sahur yang tepat akan membantu menjaga kestabilan gula darah, konsentrasi, dan stamina hingga waktu berbuka tiba.
2. Cukupi Cairan
Dehidrasi merupakan salah satu masalah yang paling sering terjadi saat berpuasa, terutama jika asupan cairan tidak diperhatikan dengan baik. Selama berjam-jam tubuh tidak mendapatkan cairan, sehingga risiko lemas, sakit kepala, sulit konsentrasi, hingga penurunan tekanan darah dapat meningkat.
Untuk mencegah hal tersebut, terapkan pola minum 2-4-2, yaitu 2 gelas air saat berbuka untuk mengganti cairan yang hilang, 4 gelas secara bertahap di malam hari agar kebutuhan cairan harian tercukupi, dan 2 gelas lagi saat sahur untuk menjaga hidrasi selama berpuasa. Dengan pola ini, tubuh tetap terhidrasi optimal tanpa harus merasa kembung karena minum terlalu banyak sekaligus..
3. Kendalikan Penyakit Kronis
Bagi penderita penyakit tertentu seperti diabetes, hipertensi, maag kronis, penyakit jantung, serta ibu hamil dengan risiko tinggi, keputusan untuk berpuasa tidak boleh dilakukan tanpa pertimbangan medis. Kondisi-kondisi tersebut memerlukan pengaturan pola makan,
jadwal minum obat, serta pemantauan kondisi tubuh yang ketat. Perubahan waktu makan dan minum saat puasa dapat memengaruhi kadar gula darah, tekanan darah, asam lambung, hingga fungsi jantung. Pada beberapa kasus, puasa justru dapat memperburuk kondisi kesehatan dan meningkatkan risiko komplikasi.
Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter agar puasa dapat dijalankan dengan aman atau mendapatkan saran medis bila memang tidak disarankan untuk berpuasa.
4. Hindari Aktivitas Fisik Berlebihan
Jika pekerjaan berat atau terpapar panas tinggi, risiko dehidrasi meningkat. Sesuaikan aktivitas dengan kondisi tubuh.
Kapan Harus Segera Berhenti Berpuasa?
Puasa tidak boleh sampai membahayakan kesehatan, apalagi mengancam jiwa. Jika selama berpuasa muncul gejala-gejala tertentu yang mengarah pada kondisi darurat, maka puasa harus segera dibatalkan demi keselamatan. Pusing berat atau rasa hampir pingsan dapat menjadi tanda tekanan darah turun drastis atau hipoglikemia.
Pada penderita diabetes, kadar gula darah yang terlalu rendah (di bawah 70 mg/dL) dapat ditandai dengan keringat dingin, gemetar, jantung berdebar, dan lemas berat. Sebaliknya, gula darah yang terlalu tinggi (di atas 300 mg/dL) juga berbahaya, terutama jika disertai rasa haus berlebihan, sering buang air kecil, dan napas berbau aseton.
Nyeri dada atau sesak napas saat berpuasa tidak boleh diabaikan karena bisa menjadi tanda gangguan jantung yang serius.
Demikian pula muntah berulang dan diare berat yang berisiko menyebabkan dehidrasi parah. Pada ibu hamil, tanda seperti gerakan janin yang berkurang, pusing hebat, atau perdarahan merupakan kondisi yang memerlukan perhatian segera dan menjadi alasan kuat untuk menghentikan puasa. Keselamatan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama dalam menjalankan ibadah.
TPMD dr. Bram Natanael
Diskusi & Komentar