Bencana Alam di Sumatera Utara Medan dan Aceh serta Dampak dan Upaya terhadap Kesehatan
Banjir dan Longsor yang Menyebabkan Masalah kesehatan
Dalam beberapa waktu terakhir, wilayah Sumatera Utara dan Aceh mengalami bencana alam berupa banjir dan longsor akibat curah hujan yang tinggi. Bencana ini menyebabkan kerusakan rumah warga, fasilitas umum, serta memaksa sebagian masyarakat mengungsi. Kondisi tersebut berdampak besar terhadap kehidupan sehari-hari, terutama pada kesehatan masyarakat. Banjir di Sumatera menimbulkan ancaman kesehatan serius seperti ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), diare, penyakit kulit (gatal-gatal), demam, dan potensi wabah penyakit menular akibat sanitasi buruk, air bersih terbatas, dan kondisi pengungsian padat. Penyakit ini lebih rentan menyerang anak-anak dan lansia karena kebersihan makanan tidak terjamin, serta paparan debu dan jamur pascabanjir. Masalah kesehatan mental seperti stres juga menjadi perhatian
Dampak Bencana terhadap Kesehatan
Lingkungan pascabencana yang kotor dan lembap meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti diare, penyakit kulit, demam, dan infeksi saluran pernapasan. Selain itu, banyak korban mengalami cedera fisik akibat banjir dan longsor.
Tidak hanya kesehatan fisik, bencana juga berdampak pada kesehatan mental, seperti stres, kecemasan, dan trauma, terutama pada anak-anak, lansia, dan keluarga yang kehilangan tempat tinggal.
Saran Kesehatan Pascabencana
Untuk menjaga dan memulihkan kesehatan, masyarakat terdampak bencana sangat dianjurkan untuk datang ke Klinik Simpang Pemda. Pemeriksaan kesehatan penting dilakukan, baik bagi yang sudah merasakan keluhan maupun yang belum menunjukkan gejala.
Cara Mengatasi Dampak Bencana dan Hal Penting yang Harus Dilakukan
Beberapa langkah penting yang perlu dilakukan masyarakat pascabencana, antara lain:
- Menjaga kebersihan diri dan lingkungan, seperti mencuci tangan dengan sabun dan menggunakan air bersih.
- Waspada terhadap gejala penyakit dan segera memeriksakan diri jika mengalami keluhan.
- Datang ke Klinik Simpang Pemda untuk pemeriksaan dan pengobatan sejak dini.
- Memberi perhatian khusus pada kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia.
- Menjaga kesehatan mental, dengan cukup istirahat, saling mendukung, dan berkonsultasi ke tenaga kesehatan bila diperlukan.
Di Klinik Simpang Pemda, masyarakat dapat:
1. Melakukan pemeriksaan kesehatan rutin
2. Mendapatkan pengobatan penyakit akibat banjir
3. Memeriksa kesehatan anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit kronis
4. Berkonsultasi terkait stres dan gangguan kesehatan mental
5. Mendapatkan edukasi hidup bersih dan sehat
Bencana alam di Sumatera Utara dan Aceh tidak hanya merusak lingkungan dan ekonomi, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, kesadaran untuk menjaga kesehatan dan memanfaatkan layanan kesehatan di Klinik Simpang Pemda merupakan langkah penting untuk mencegah penyakit dan mempercepat pemulihan pascabencana.
TPMD dr. Bram Natanael
Diskusi & Komentar