Mengapa Gejala IMS Sering Terlihat Lebih Berat pada Pria daripada Wanita?
dr.Bram Natanael Sembiring
Medan, 29 Mei 2026 - Infeksi Menular Seksual (IMS) masih menjadi masalah kesehatan yang sering ditemukan di masyarakat. Menariknya, banyak orang menganggap gejala IMS pada pria terlihat lebih parah dibandingkan wanita. Misalnya pria lebih sering mengalami nyeri saat buang air kecil, keluar cairan bernanah dari penis, atau luka yang jelas terlihat. Sementara pada wanita, gejalanya kadang samar bahkan tidak terasa sama sekali.
Lalu, apakah benar IMS lebih berat pada pria?
Jawabannya: belum tentu. Pada banyak kasus, gejala memang lebih mudah terlihat pada pria, tetapi pada wanita infeksi justru sering “diam-diam” dan baru diketahui saat sudah menimbulkan komplikasi serius.
Mengapa Gejala IMS pada Pria Lebih Jelas?
1. Struktur organ reproduksi pria lebih mudah menunjukkan gejala
Pada pria, saluran kemih dan organ reproduksi sebagian besar berada di luar tubuh. Ketika terjadi infeksi, tubuh lebih cepat menunjukkan tanda-tanda seperti:
nyeri saat buang air kecil,
rasa panas,
keluar cairan dari penis,
pembengkakan.
Karena perubahan ini mudah terlihat, pria biasanya lebih cepat menyadari ada masalah.
Sebaliknya pada wanita, infeksi sering terjadi di bagian dalam seperti serviks atau saluran reproduksi sehingga gejalanya tidak terlalu tampak.
2. Banyak wanita mengalami IMS tanpa gejala
Beberapa IMS seperti gonore dan klamidia pada wanita sering tidak menimbulkan keluhan yang jelas. Kalaupun ada, gejalanya sering dianggap masalah biasa, misalnya:
keputihan ringan,
nyeri perut ringan,
perdarahan di luar jadwal haid.
Akibatnya banyak wanita terlambat memeriksakan diri.
3. Reaksi peradangan pada pria lebih terasa
Saat bakteri atau virus menyerang uretra pria, tubuh biasanya memberikan respons inflamasi yang cukup kuat. Hal ini menyebabkan:
rasa terbakar saat BAK,
nyeri,
iritasi,
keluarnya cairan kental atau nanah.
Pada wanita, proses infeksi kadang berlangsung perlahan sehingga gejalanya tidak terlalu mengganggu di awal.
Justru Wanita Lebih Berisiko Mengalami Komplikasi
Walaupun gejala awal sering lebih ringan, IMS pada wanita bisa berkembang menjadi kondisi yang serius bila tidak ditangani, seperti:
radang panggul,
infertilitas atau sulit hamil,
kehamilan ektopik,
nyeri panggul kronis,
peningkatan risiko kanker serviks pada infeksi HPV tertentu.
Karena itu, IMS yang tampak “ringan” pada wanita bukan berarti aman.
IMS yang Sering Menimbulkan Gejala Berat pada Pria
Beberapa contoh:
Gonore → keluar nanah dari penis dan nyeri saat BAK.
Herpes genital → luka dan nyeri pada area kelamin.
Uretritis → rasa panas dan perih saat kencing.
Sementara pada wanita, penyakit yang sama kadang hampir tanpa gejala.
Kapan Harus Waspada?
Segera lakukan pemeriksaan bila mengalami:
nyeri saat buang air kecil,
luka atau lepuh pada kelamin,
keluar cairan abnormal,
keputihan berbau,
nyeri saat berhubungan,
nyeri perut bawah.
Deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi dan penularan kepada pasangan.
Pencegahan IMS
Beberapa langkah yang dapat dilakukan:
setia pada satu pasangan,
menggunakan kondom,
menjaga kebersihan organ reproduksi,
tidak berganti-ganti pasangan seksual,
melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Gejala IMS memang sering tampak lebih berat pada pria karena anatomi dan respons tubuh yang lebih jelas terlihat. Namun pada wanita, banyak IMS justru berkembang tanpa gejala dan baru diketahui setelah menimbulkan komplikasi serius. Oleh karena itu, baik pria maupun wanita perlu meningkatkan kesadaran untuk melakukan pemeriksaan sejak dini bila muncul keluhan pada organ reproduksi.
Apabila Anda memiliki keluhan seputar kesehatan reproduksi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar mendapatkan penanganan yang tepat dan aman.
TPMD dr. Bram Natanael
Diskusi & Komentar